Loading [MathJax]/jax/output/HTML-CSS/jax.js

Soal Dinamika Benda Tegar dan Pembahasannya

Soal Dinamika Benda Tegar dan Pembahasannya - Dalam fisika, dinamika benda tegar adalah studi tentang gerak benda yang tidak mengalami deformasi. Misalnya, untuk menentukan massa beban agar sistem batang XY bermassa 5 kg tetap seimbang, kita dapat menggunakan prinsip kesetimbangan torsi. Ini adalah salah satu dari banyak soal yang menguji pemahaman tentang keseimbangan rotasi dan translasi. Artikel ini menguraikan berbagai soal dan pembahasan terkait dinamika benda tegar, membantu Anda memahami konsep fundamental dan aplikasinya dalam berbagai situasi fisika.

Soal dinamika benda tegar no 1

Perhatikan gambar berikut!

Soal Dinamika Benda Tegar dan Pembahasannya


P adalah titik berat batang xy yang bermassa 5 kg. Jika sistem dalam keadaan seimbang, massa beban B adalah ….

A. 5 kg

B. 4 kg

C. 3 kg

D. 2 kg

E. 1 kg

Pembahasan dinamika benda tegar :

Perhatikan gambar berikut:

Soal dinamika benda tegar no 1

Untuk mengetahui massa beban B maka menggunakan jumlah torsi terhadap titik x harus sama dengan nol.

Στ=0w⋅2−F⋅5=050⋅2−F⋅5=0100=F⋅5F=20N

Nilai F sama dengan berat B, maka massa B = 2 kg.

Jawaban : D

Soal No. 2

Sebuah tangga homogen dengan berat 300 N bersandar pada sebuah dinding licin. Kaki tangga terletak pada lantai kasar . Tangga akan tergelincir jika seseorang yang beratnya 450 N menaiki tangga sampai jarak 2 m dari kaki tangga . Koefisien gesek antara tangga dan lantai tersebut adalah …..

soal dinamika benda tegar


A. 0,27

B. 0,30

C. 0,33

D. 0,36

E. 0,39

Pembahasan :

Perhatikan gaya-gaya yang bekerja berikut:

contoh soal benda tegar beserta jawabannya

Dari gambar dapat diketahui bahwa :

sinθ=45cosθ=35tanθ=43

Agar orang yang menaiki tangga tidak tergelincir maka sistem harus setimbang rotasi maupun translasi, misalkan ditentukan poros di A :

Kesetimbangan rotasi terhadap titik A:

ΣτA=0NBsinθ⋅5−wpapan⋅cosθ⋅2,5−worang⋅cosθ⋅2=0NB⋅45⋅5−300⋅35⋅2,5−450⋅35⋅2=04NB−450−540=04NB=990NB=247,5N

Kesetimbangan translasi :

Kesetimbangan terhadap sumbu y :

ΣFy=0NA−wpapan−worang=0NA−300−450=0NA=750N

Kesetimbangan terhadap sumbu x :

ΣFx=0NB−fgesek=0NB=fgesekNB=μ⋅NAμ=NBNA=247,5750=0,33

Jadi koefisien gesek antara tangga dan lantai tersebut adalah : μ = 0,33

Jawaban soal nomor 2 tentang dinamika benda tegar adalah : C

Soal No. 3 : Katrol silinder pejal.

Perhatikan gambar berikut.
soal dinamika rotasi dan kesetimbangan benda tegar kelas 11


Besar tegangan tali TA dan TB adalah ….
A. 35 N dan 30 N
B. 30 N dan 35 N
C. 30 N dan 25 N
D. 25 N dan 30 N
E. 20 N dan 25 N

Pembahasan tentang katrol silinder pejal :
Pembahasan tentang katrol silinder pejal :

Στ=IαTB⋅R−TA⋅R=IαTB⋅R−TA⋅R=12MR2⋅aRTB−TA=12Ma................................ (1)


Sistem benda A :
ΣF=mAaTA−wA=mAaTA−20=2aTA=2a+20................................ (2)

Sistem benda B :
ΣF=mBaTB−wB=4(−a)TB−40=−4aTB=40−4a................................ (3)

Substitusikan persamaan (2) dan (3) ke persamaan (1) sehingga :
TB−TA=12Ma40−4a−(2a+20)=12⋅4a40−4a−2a−20=2a20=8aa=2,5m/s2

Tegangan Tali A :
TA=2a+20=2â‹…2,5+20=25N

Tegangan Tali B :
TB=40−4a=40−4⋅2,5=30N

Jawaban soal katrol silinder pejal : D

Soal Nomor 4:
Perhatikan gambar berikut.
dinamika rotasi dan kesetimbangan benda tegar


Gambar tersebut menunjukkan sebuah silider pejal yang menggelinding turun pada sebuah bidang miring. Kecepatan silinder pejal di ujung lintasan adalah ….
A. 8 m/s
B. 6 m/s
C. 4 m/s
D. 2 m/s
E. 1 m/s

Pembahasan soal silinder pejal yang menggelinding turun pada sebuah bidang miring :
Menggunakan Hukum Kesetaraan Energi :
Diketahui momen inersia silinder pejal :   I=12mR2

Ek1+Ep1=Ek2+Ep2+Ekrot0+mgh=12mv2+0+12Iω2mgh=12mv2+12⋅12mR2⋅(vR)2gh=12v2+14⋅v210⋅2,7=34v227=34v2v2=43⋅27v2=36v=6m/s

Jawaban : B

Soal Dinamika Benda Tegar No. 5

Sebuah benda berupa silinder pejal bermassa 8 kg dan berjari-jari 5 cm ditarik dengan gaya F = 180 N seperti gambar berikut.
Soal Dinamika Benda Tegar No. 5


Apabila terjadi gesekan antara silinder dengan lantai, percepatan linear yang terjadi adalah ….
A. 15 m/s2
B. 5 m/s2
C. 4 m/s2
D. 2,5 m/s2
E. 2 m/s2

Pembahasan :
Perhatikan gaya-gaya yang bekerja :

soal Soal Dinamika Benda Tegar


Gerak Rotasi :
Στ=IαfgR=12mR2aRfg=12mafg=12⋅8⋅afg=4a

Gerak tanslasi :
ΣF=maF−fg=4aF−4a=8aF=12a180=12aa=18012=15m/s2

Jawaban Soal Dinamika Benda Tegar No. 5 : A

Soal No. 6 :
Batang AB homogen dengan berat 400 N terikat pada tali dengan ujung yang satu berengsel pada ujung yang lain.
jawaban soal dinamika Batang AB homogen dengan berat 400 N terikat pada tali dengan ujung


Pada batang tersebut digantungkan beban 600 N sehingga setimbang. Panjang AB = 3 m , AD = 1,6 cm dan AC = 1,2 m sehingga besar tegangan talinya adalah …..
A. 1.600 N
B. 2.000 N
C. 2.500 N
E. 2.800 N
D. 3.200 N

Pembahasan :
Pada batang tersebut digantungkan beban 600 N sehingga setimbang



Menggunakan trigonometri :
CD2=AC2+AD2=1,22+1,62=4CD=2m

Misalkan poros di A , maka :
ΣτA=0wbatang⋅1,5+wbeban⋅3−Tsinθ⋅1,2=0400⋅1,5+600⋅3−T⋅1,62⋅1,2=0600+1.800−0,96T=00,96T=2.400T=2.500N

Jawaban : C

Soal No. 7 tentang yoyo :

Perhatikan gambar berikut.
Soal No. 7 tentang yoyo :


Roda katrol pejal C berputar melepaskan diri dari lilitan tali. Massa roda adalah 300 g. Jika g = 10 m/s2, besar tegangan tali T adalah ….
A. 1 N
B. 1,5 N
C. 2 N
D. 3,3 N
E. 4 N

Pembahasan :

Gerak rotasi :
Στ=IαTR=12mR2(aR)T=12ma=12⋅0,3⋅a=0,15a

Gerak translasi :
ΣF=maT−w=0,3(−a)T−3=−0,3a0,15a−3=−0,3a0,45a=3a=203m/s2

Besar tegangan tali :
T=0,15a=0,15â‹…203=1N

Jawaban : A

Soal  Nomor 8 : SPMB Fisika tahun 2006
Seutas tali dililitkan pada sebuah roda. Tali ditarik sehingga roda berputar. Roda tersebut berdiameter 0,5 m. Dengan momen inersia 10 kg.m2, dab berputar pada porosnya tanpa gesekan. Tegangan tali 40 N dikerjakan pada tepi roda. Jika roda diam saat t = 0, panjang tali yang tak tergulung pada saat t = 3 s adalah ....
Seutas tali dililitkan pada sebuah roda. Tali ditarik sehingga roda berputar.



A. 2,250 m
B. 1,125 m
C. 0,57 m
D. 0,28 m
E. 0,14 m

Pembahasan :
Στ=IαF⋅R=Iα40⋅0,25=10α10=10αα=1rad/s2

Panjang tali :
s=12at2=12α⋅R⋅t2=12⋅1⋅0,25⋅32=1,125m

Jawaban : B

Soal  Nomor 9 : SPMB Fisika tahun 2007
Sebuah batang XY yang beratnya 10,0 N bertumpu pada tembok di X. Batang ditahan secara horisontal oleh gaya F yang bekerja di Y dan membentuk sudut 60o terhadap arah vertikal seperti ditunjukkan oleh gambar. Berapa besar F?
Sebuah batang XY yang beratnya 10,0 N bertumpu pada tembok di X


A. 20,0 N
B. 10,0 N
C. 8,66 N
D. 5,00 N
E. 4,33 N

Pembahasan :



Kesetimbangan rotasi dengan poros di X :
Στx=0w⋅12L−Fcos60⋅L=010⋅12L−0,5F⋅L=05L−0,5F⋅L=05L=0,5F⋅L5=0,5FF=50,5=10N

Jawaban : B

Soal Nomor 10 : UM-UGM Fisika Tahun 2007

Sebuah balok bermassa m digantung dengan tiga utas tali seperti terlihat dalam gambar dibawah.
Soal kesetimbangan Nomor 10 : UM-UGM Fisika Tahun 2007



Besar tegangan tali (1) adalah ....
A. √3 mg
B. 12√3 mg
C. 12 mg
D. 13 mg
E. 14 mg

Pembahasan :
Sebuah balok bermassa m digantung dengan tiga utas tali seperti terlihat dalam gambar dibawah


Kesetimbangan sumbu x :
ΣFx=0F3x−F1x=0F1x=F3xF1x=F3sin60=12√3F3........................... (1)

Kesetimbangan sumbu y :
ΣFy=0F3y−F2y=0F3y=F2yF3cos60=w12F3=mgF3=2mg............................ (2)

Masukkan persamaan (2) ke persamaan (1) :
F1x=12√3F3=12√3⋅2mgF1x=F1=√3mg

Jawaban : A

Soal Nomor 11 : UM-UGM Fisika Tahun 2003
Balok kayu seragam di samping sepanjang 8 m dan berat 200 N berada di atas dua buah tiang penyangga A dan B. Besar beban yang dirasakan oleh titik A ( dalam N) adalah ....
Soal Nomor 11 : UM-UGM Fisika Tahun 2003


A. 60
B. 90
C. 120
D. 150
E. 180

Pembahasan :
Kita tentukan poros di A :
Balok kayu seragam di samping sepanjang 8 m dan berat 200 N berada di atas dua buah tiang penyangga A dan B.

ΣτB=0NA⋅4−w⋅3=04NA−200⋅3=04NA−600=04NA=600NA=6004=150N

Jawaban : D

Soal Nomor 12 : SPMB Fisika Tahun 2004
Beban bermassa 20 kg ditempatkan pada jarak 1,5 m dari kaki B (lihat gambar) pada sebuah meja datar bermassa 100 kg yang panjangnya 6 m. 


Gaya yang bekerja pada kaki A untuk menahan beban dan meja adalah ....
A. 150 N
B. 350 N
C. 550 N
D. 750 N
E. 950 N

Pembahasan :
Beban bermassa 20 kg ditempatkan pada jarak 1,5 m dari kaki B (lihat gambar) pada sebuah meja datar bermassa 100 kg yang panjangnya 6 m.


Kita tentukan poros di B :
ΣτB=0NA⋅6−wmeja⋅3−wbenda⋅1,5=06NA−1.000⋅3−200⋅1,5=06NA−3.000−300=06NA=3.300NA=550N

Jawaban : C

Soal Nomor 13 : SPMB Fisika Tahun 2004
Suatu batang tipis dengan panjang L massa m dapat berputar pada sumbu ang terletak di ujung batang. Pada awalnya batang berada pada posisi horisontal dan kemudian dilepas. Pada saat batang membuat sudut θ dengan arah vertikal, percepatan sudut rotasi batang adalah .....
A. gL
B. 3gsinθ2L
C. 6gLsinθ
D. 3gcosθ2L
E. 6gLcosθ

Pembahasan :
Suatu batang tipis dengan panjang L massa m dapat berputar pada sumbu ang terletak di ujung batang.



Jawaban : D
Post a Comment (0)
Previous Post Next Post